Saturday, July 04, 2009

sick

Tuhan,

aku berantakan sekali lagi
hancur berantakan sekali lagi

indah ya?

dasar sakit

indah ya?

serpihan hati ini
pecahan kalbu ini
kekacauan emosi ini
kebakaran ini
semuanya

dasar sakit

kalau engkau Tuhan yang seperti ini
lebih baik aku tidak berTuhan saja

fuck love

"karena cinta itu bukan segalanya."

begitu katanya. aku sempat tersesak. bagiku tak begitu. bagiku cinta adalah dasar dari segalanya.

"karena kau menikah bukan hanya karena cinta."

"tapi cinta dasarnya."

"katamu. tapi berapa banyak orang menikah karena cinta yang berakhir pula?"

aku terdiam menatapnya. dia tampak begitu kokoh dan aku tampak begitu lemah. mungkin karena dia benar.

"cinta hanya satu. yang lain adalah uang, status, warisan, jabatan, atau yang lain."

aku masih menatapnya.

"kau sendiri bilang, kau tidak ingin menikah jika dia tidak bekerja. kau menikah karena uang kan?"

"bukan begitu. kalau dia tidak bekerja, mungkin akan muncul konflik. meskipun kalau pun dia tidak bekerja pun aku tak apa."

"dengarkan aku, jika cinta saja cukup, kau sudah menikah sekarang."

aku kembali terdiam. aku tak mungkin salah. selama ini aku tak mungkin salah, bukan?
atau jangan-jangan aku memang salah?

cinta itu cuma satu.

Friday, July 03, 2009

adieu

aku rasa aku tahu mengapa, Sil. mengapa hari ini aku harus lagi berbicara panjang denganmu. mungkin agar aku melihat betapa kau begitu mendua. atau mungkin mendua bukan kata tepatnya. mudah lupa. yang bagiku itu mirip dengan tidak setia.

bagiku, lukamu belum lagi kering, Sil, seharusnya. tapi itu bagiku. pasalnya kalau cintamu, kalaupun itu cinta, sebesar itu padanya, kau tidak akan meninggalkannya, bukan? kalau jauh di dalam hatimu, kau masih percaya bahwa kalian memang harus bersama, kau tidak akan meninggalkannya. wajar saja dia kecewa, Sil. wajar saja dia merana. dan aku tidak ingin berada di dalam sepatunya.

jadi Sil, mungkin ini saatnya bagiku untuk membulatkan tekadku. kau, Sil, tidak perlu berada di dalam relung ini. aku akan membersihkannya kali pertama aku bersujud nanti. aku mungkin akan merindumu, hampir pasti, tapi paling tidak kini aku tahu, bahwa aku tidak kehilangan sesuatu yang benar-benar aku inginkan.

kisahmu seharusnya bisa berakhir indah, Sil. tapi kau menggantungnya di situ. titik. sudah selesai. bubar. dan aku tidak ingin kisahku berakhir seperti itu. jika aku datang dan memintanya untuk berjuang sekali lagi, aku ingin dia berjuang sekali lagi. karena aku akan melakukannya jika aku menjadi dirinya. jadi sekali lagi, Sil ... adieu ...