Tuesday, June 30, 2009
titik
Monday, June 29, 2009
Sil
Sunday, June 28, 2009
la fin
aku tak menutupi, Sil. aku terkejut. sejenak duniaku terbalik. tangan dan otakku berhenti bekerja. berusaha menafsirkan dengan logika apa yang sedang terjadi. tapi perasaan tidak dibangun dengan logika, bukan? jadi aku hanya termangu, sekali lagi. perpisahan denganmu tiba-tiba menjadi terlalu nyata.
meskipun aku mengangguk, Sil, aku merindu. malam-malamku akan kian panjang tanpamu. hari-hariku akan kembali tunggal, tanpa benang merah yang menyatukan artinya. tapi aku tahu ini baik untuk kita. karena aku tidak boleh menggantungkan asa pada bintang yang mendua. dan kau, Sil, kau tidak boleh memelihara tempat pelarian yang bukan dia.
karena aku pun juga setia, Sil. pada siapa pun itu yang menantiku. aku tidak ingin dia harus berjuang untuk asaku yang tertinggal padamu. aku ingin dia mendapatkan asaku utuh dan tulus, seperti halnya aku ingin dia memberikan miliknya padaku. dan aku juga setia pada diriku, yang kian lelah harus bersanding denganmu.
jadi selamat jalan, Sil. semoga waktumu di sini bersamaku memberi arti dan memperjelas langkahmu. karena untukku, kau telah memberikan warna yang telah lama hilang dari buku hidupku. Adieu ...
Thursday, June 25, 2009
Sil
Aku termangu, Sil. Rasanya hidupku berkurang sejak kau hadir. Kau memang membawa banyak tawa dalam lagakku. Dekapmu membuatku hariku tak lagi sepi. Kata-kataku tak lagi kering dalam keheningan. Tapi hidupku tetap berkurang sejak kau hadir. Sepertinya saat itu, duniaku yang luas, melingkar, mengecil, berputar dan berpusat hanya padamu. Jendela-jendela dan pintu yang biasanya terbuka lebar untukku, seperti tertutup satu per satu. Aku kini hanya satu, Sil. Hanya seorang, di tengah
Aku tahu, Sil. Ini bukan salahmu. Mungkin ini salahku. Yang tidak melihat siapa engkau, siapa aku. Yang tidak menghiraukan apa dirimu, dan apa diriku. Yang berlaku semauku, menemanimu melalui sepimu. Meskipun mungkin yang sebenarnya lebih memerlukan kawan adalah aku. Jadi mungkin layak aku bersisian dengan tak ada hari ini.
Aku tidak mengerti, Sil. Apa yang membuat sebuah pilihan menjadi benar? Mengapa menemanimu menjadi salah? Sejak kapan ketulusan bisa dihargai dengan benar atau salah. Setahuku, ketulusan itu benda yang berharga, Sil. Beruntung bisa mendapatnya. Dan aku akan memberikannya kepada siapa pun manakala aku punya. Gratis.
Aku lelah, Sil. Mungkin terdengar manja di telingamu. Pun mungkin sudah kesekian kalinya, meskipun dari orang yang berbeda. Tapi begitulah adanya. Kelelahan ini membuatku berbeda. Tidak ada rasio, tidak ada logika. Hanya himpunan benang kusut yang bergelung dari ujung kepala hingga ujung hatiku. Dan ketika nanti aku sempat, aku akan mengatakannya.
Bukan karena aku tidak sayang padamu, Sil. Tapi aku tidak bisa menjadi aku yang terbaik untukmu dalam kelelahan ini. Hanya sebuah karung yang mengikatkan dirinya pada sesuatu yang membuatnya ada. Salahkan saja aku, jika kau ingin menyalahkan sesuatu. Karena aku tidak mampu menjaga ketulusanku, dan karena aku merasa sepi di tengah kerumunan ini.
Monday, June 15, 2009
changes
Friday, June 05, 2009
while you're waiting for her
i think i know why
because you've always been in here since day one
anyway
i need to leave
if i want to survive
and i want to survive
because i don't know what will happen to me
while you're waiting for her
i might dissipate and broken
i might be allright
you've helped me moved on completely
i thank you
and i wish i could help you too
but i don't know what will happen to me
while you're waiting for her
